Skip to main content

MAKALAH TENTANG : IMAN DAN AMAL SERTA KATA IMAN DAN KEDUDUKAN IMAN

KATA PENGANTAR
   
         Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas terselesaikannya makalah ini. Dan tidak lupa pula kita kirimkan  shalawat dan taslim atas junjungan Nabi besar Muhammad s.a.w. Karana Beliaulah sang revolusioner sejati  yang telah membawa kita dari alam yang gelap menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan sekarang ini. Makalah yang penulis susun ini berjudul “ASAS ASAS ISLAM”.
       Penulis berharap  tugas dalam bentuk makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupuan para pembaca.Akhir kata, tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan tugas final yang berupa makalah ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan tugas makalah yang kami buat ini.
                                                             
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
          Apa yang kami sebut tadi dengan istilah ilmu, pengenalan dan yakin itulah dia “iman” itulah dia makna perkataan “iman” itu sendiri. Setiap orang yang mengenal keMaha Esaan Allah, sifat-sifatNya yang hakiki, undang-undangNya dan pembalasanNya kepada hamba-hambaNya pada Hari Qiamat berkenaan dengan perbuatan mereka, kemudian diyakininya semua itu, dan keyakinannya itu tumbuh dan keputusan dirinya sendiri, itulah dia orang yang “mu’min” Sebahagian daripada natijah iman itu hendaklah manusia itu muslim, ertinya ta’at kepada Allah dan mengikuti undang undangNya.

B.    Rumusan Masalah
1.    Makna iman dan amal............?
2.    Kata iman dan kedudukan iman........?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    MAKNA IMAN

         Pengertian Iman Dalam Agama Islam - Iman (bahasa Arab:الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.
       Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.
       Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
________________________________________Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, QS. Al Fath [48] : 4
      Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.” Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.” 

B.    MAKNA AMAL
          Secara bahasa "amal" berasal dari bahasa Arab yang berarti perbuatan atau tindakan, sedangkan saleh berarti yang baik atau yang patut. Menurut istilah, amal saleh ialah perbuatan baik yang memberikan manfaat kepada pelakunya di dunia dan balasan pahala yang berlipat di akhirat.
         Pengertian amal dalam pandangan Islam adalah setiap amal saleh, atau setiap perbuatan kebajikan yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan demikian, amal dalam Islam tidak hanya terbatas pada ibadah, sebagaimana ilmu dalam Islam tidak hanya terbatas pada ilmu fikih dan hukum-hukum agama. Ilmu dalam dalam ini mencakup semua yang bermanfaat bagi manusia seperti meliputi ilmu agama, ilmu alam, ilmu sosial dan lain-lain. Ilmu-ilmu ini jika dikembangkan dengan benar dan baik maka memberikan dampak yang positif bagi peradaban manusia
          Kata amal artinya pekerjaan. Dalam bahasa Arab kata amal dipakai untuk semua bentuk pekerjaan. Tidak seperti anggapan sebagian masyarakat Muslim, yang mengembalikan kata amal dengan kata ibadah dan memahaminya sebatas kegiatan ritual seperti pergi ke masjid, membaca Alquran, shalat, puasa, haji, zakat, sedekah, dan sebagainya.
          Dalam Alquran, kata amal terbagi kepada 'amalus-shalih (pekerjaan baik) dan 'amalun ghairus-shalih (pekerjaan yang tidak baik). 'Amalun ghairus-shalih disebut pula dengan 'amalus-sayyi-ah (amal salah), termasuk pula ke dalam kategori ini 'amalus-syaithan (pekerjaan setan) dan 'amalus-mufsidin (pekerjaan pelaku kebinasaan). Umat Islam diperintah melakukan 'amalus-shalih dan wajib menjauhi 'amalus-sayyi-ah.
Ada firman Allah SWT,
 مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

________________________________________
          Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.  (Al-Qasas: 84).

C.    KEDUDUKAN IMAN DALAM ISLAM
      Iman dalam Islam menempati posisi amat penting dan strategis sekali. Karena iman adalah asas dan dasar bagi seluruh amal perbuatan manusia. Tanpa iman tidaklah sah dan diterima amal perbuatannya. Firman Allah SWT dalam Qur’an Surat An-Nisa’ 124
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

________________________________________
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (An-Nisa’ 124)
  Juga dalam Qur’an Surah Al-Isra’ 19
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

________________________________________
       Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (Surah Al-Isra’ 19)

        Dan disebutkan juga dalam hadits dari Al-Bara’ ibn ‘Azib Radhiyallahu ‘Anhu bahwa ada seorang kafir datang dengan bertopeng sambil membawa sepotong besi kemudian memohon kepada Rasulullah SAW agar diperkenankan pergi bersama kaum Muslimin untuk ikut berperang. Maka beliau bersabda kepadanya “Masuklah Islam kemudian pergilah berperang!” Lalu ia pun masuk Islam dan ikut pergi berperang sehingga terbunuh. Nabi SAW bersabda “Dia beramal sedikit tetapi dibalas dengan pahala yang banyak.” .

BAB III
PENUTUPAN

A.    KESIMPULAN
          Berdasar penjabaran yang telah disampaikan, bahwa keimanan manusia telah Allah tulisakan dalam Al-Quran dan telah disebutkan pula As-Sunnah. Tingkat keimanan seseorang berbeda-beda. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa keimanan seorang dapat berubah menjadi lebih baik melalui beberapa tingkat, mulai dari dasar hingga tingkatan yang lebih tinggi. Namun karena keimanan seseorang dari hati, terkadang iman ini dapat naik ataupun turun. Tetapi, apabila masing-masing dari kita dapat beristiqomah insyallah iman kita akan tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

http://tafsirq.com/4-an-nisa/ayat-124/Surah Al-Isra’ 19/ Al-Qasas: 84/ l Fath  : 48
Amidjaja, Tisna. 1992. Iman, Ilmu dan Amal. Jakarta : Rajawali.
Tim Ahli Tauhid. 1998. Kitab Tauhid 2. Jakarta : Yayasan Al – Sofwa
https://serbasejarah.files.wordpress.com/2010/02/asas-asas-islam.pdf  (SELASA ; 28-02-2017)

Popular posts from this blog

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MENDIDIK DAN MENGAJAR

      KATA PENGANTAR

Assalamu ‘alaikum.Wr.Wb
       Segala puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Yang telah melimpahkan rahmad dan hidayah-Nya, dan memberikan kita kesehatan dan kesempatan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
        Shalawat bertangkaikan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Dimana beliulah yang telah membawa kita dari jaman kebodohan hingga jaman pendidikan yang seperti saat ini kita rasakan, serta sapaatnyalah yang kita harapkan di kemudian hari.
       Terimakasih kepada teman-teman yang mau bertukar pikiran demi terselesainya makalah ini yang berjudul “ PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MENDIDIK DAN MENGAJAR”. Kami tau masih bayak terdapat kesalahan pada makalah kami, untuk itu kami harapkan kritik dan saran dari teman-teman demi penyempurna dari makalah kami. Dan kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb


A.    Pendahuluan

          Berbicara tentang pengertian Mengajar kalau dilihat dari esesinya dalam proses belajar mengajar sudah menyangkut…

MAKALAH JALUR PENDIDIKAN FORMAL, NONFORMAL DAN INFORMAL

Sebelumnya saya ucapkan selamat datang di blog Kumpulan Makalah, kali ini saya akan membagikan contoh dari Makalah Jalur Pendidikan Formal, Nonformal dan Informal bagi teman yang ingin mencari makalah yang sesuai dengan judul diatas silahkan untuk melihat atau mencopy contoh makalah yang ada di bawah ini yang menurut teman-teman perlukan, apabila ada kesalahan dari segi penulisan atau lainnya sebelumnya saya minta maaf. Karena setiap manusia pasti memiliki kesalahan, mudah-mudahan contoh makalah yang saya posting dibawah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.  

A.    Pendahuluan
         Syukur Alhamdulliah yang sedalam-dalamnya sebagai rasa terima kasih penulis kepada Tuhan yang Maha Esa yang memberikan kesehatan kepada kita semua.Shalawat bertangkaikan salam senantiasa pula dihadiahkan kepda Muhammad kekasih Allah yang kita nantikan safa’atnya esok hari. Terima kasih juga Dosen Pembimbing yang telah senantiasa memberikan tugas makalah kelompok ini

         Mendidik a…

KUMPULAN MAKALAH : ALAT PENDIDIKAN

KATA PENGATAR
       Puji syukur kepada Allah SWT. Karena Berkat nikmat dan Rahmatnya-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah ini, dan tidak lupa sholawat dan salam kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah membebaskan kita dari zaman kebodohan.
        Dalam makalah ini penulis membahas tentang “ALAT PENDIDIKAN”. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan. Makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi yang membutuhkan baik dunia pendidikan ataupun para akademis yang ingin meningkatkan pengetahuannya. Apabila ada kesalahan dalam makalah ini penyusun minta maaf. Karena kealpaan dan kehilafan itu adalah sifat manusia yang nyata di dunia. Apabila ada kritik dan saran membangun dalam penulisan maupun dalam pembahasan makalah ini demi kemajuan pendidikan, sangat diharapkan.
      Akhir kata dari penyusun mengucapkan terima kasih banyak.

                                                                                                  …………..,…………