MAKALAH TENTANG : QASHASUL QUR'AN

Wednesday, March 22, 2017 Diposkan oleh Kamil Tanjung
A. Pendahuluan

      Kehadiran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, melalui Malaikat Jibril dapat menjadikan manusia selamat di dunia dan akhirat. Posisi agama Islam adalah merupakan suatu posisi yang sangat sempurna di sisi Allah. Ini sejalan dengan Firman Allah yang mengatakan bahwa sebaik-baik agama di sisi Allah adalah agama Islam. Walaupun Islam adalah suatu agama yang terakhir diwahyukan kepada Nabi Muhammad, namun Islam menyempurnakan ajaranajaran agama terdahulu. Islam adalah merupakan agama yang memberikan ajaran kepada umat manusia agar selamat di dunia dan di akhirat, Islam juga memberikan pemahaman kepada manusia tentang hal-hal yang membutuhkan pemahaman baik yang ghaib maupun yang zhahir. Semua masalah ini terkandung di dalam Alqur’an, di mana Alqur’an adalah merupakan kitab suci agama Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, Kandungan Alqur'an adalah mencakup semua isi dari kitab-kitab suci yang telah diturunkan sebelumnya seperti Zabur, Taurat dan Injil, seperti kisah Nabi
       Alqur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantaraan Malaikat Jibril as, yang dituliskan dalam mushaf, mushaf yang akan disampaikan kepada seluruh manusia, dan bagi yang mempelajarinya merupakan suatu ibadah.
       Allah SWT menurunkan Alqur’an sebagai peraturan dan petunjuk bagi manusia serta tanda kebesaran Rasul juga sebagai alasan yang kuat dihari kiamat di mana Alqur’an itu benar-benar diturunkan Allah SWT. Alqur’an juga mukjizat Nabi Muhammad SAW yang kekal, selalu diperkuat ilmu pengetahuan yang diturunkan Allah kepada Rasul Muhammad SAW untuk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju terang serta membimbing kejalan diridhoi Allah SWT.
       Sebagian ilmu Alqur'an itu tidak dapat diketahui kecuali dengan berpegang kepada naga semata-mata dan sebagian lainnya dapat diperoleh dengan jalan tafakkur dan ta'amu, dengan pembahasan dan penyelidikan. Dilihat dari sudut ini, secara garis besar ilmu Alqur'an terbagi dua, yaitu:
1. Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata-mata, seperti ilmu yang membahas tentang macam-macam girara, tempat turun ayat-ayat Alquran, waktu-waktu turunnya dan sebab-sebabnya.
2. Ilmu yang berhubungan dengan dirayah, yakni ilmu yang diperoleh dengan jelan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat-ayat yang berhubungan dengan hukum. Tujuan mempelajari ilmu yang terakhir ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbatkan hukum syara, baik mengenai keyakinan atau Irigad amalan, budi pekerti, maupun lainnya.

B. Pengertian Qashahah

        Kata Oashahah berasal dari kata al-Qassu yang berarti mencari atau مهتره( mengikuti jejak, al-asar berarti nampak mengulang kembali masa lalu. Adapun-t al-Qishashah (kisah) adalah al-amar (urusan), al-akhbar (berita). ஒsள் juga berarti berita-berita yang berurutan. Sedangkan menurut istilah adalah menceritakan berita tentang kejadian-kejadian yang mempunyai beberapa tahapan dimana sebagiannya mengikuti yang lain.
      Qashashah Alquran adalah pemberitaan Qur'an tentang hal ihwal umat yang telah lalu, nubuwat (kenabian) yang terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.
 Alquran meliputi keterangan-keterangan tentang peristiwa yang telah terjadi, sejarah bangsa-bangsa, keadaan negeri-negeri, serta menerangkan bekasanbekasan dan kaum purba itu. Pada umumnya Alqur’an mengandung unsur pelaku (As-Sakhsiyyat), peristiwa (ahdats) dan dialog (al-hiwar).

1.   Kisah Nabi-Nabi (Qashashah Anbiya). Alqur'an mengandung cerita tentang dakwah para Nabi dan mukjizatmukjizat para Rasul dan sikap umat-umat yang menentang, serta perkembangan-perkembangannya.
2.    Kisah yang berpaut dengan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan orangorang yang tidak dapat  dipastikan kenabiannya.
3.    Kisah yang berpaut dengan yang terjadi masa Rasul Saw.

Disamping macam-macam kisah dalam Alquran dapat juga dikelompokkan: 
1. Dilihat dari segi pelaku:
a. Kisah para Nabi terdahulu.
Bagian ini berisikan ajaran para Nabi kepada kaumnya, mukjizatmikjizat dari Allah. Sikap orang-orang yang memusuhinya, serta tahapantahapan dakwah perkembangannya dan akibatnya yang menimpa orang beriman dan orang yang mendustakan para Nabi
b. Kisah yang berhubungan kejadian pada masa lalu dan orang-orang yang tidak disebutkan kenabiannya, seperti kisah orang-orang yang keluar dari kampung halamannya
c. Kisah yang terjadi pada masa'rasulullah, seperti kisah Perang Uhud, tabuk, Badr, Kisah hijrahnya Rasulullah
2. Dilihat dari panjang pendeknya
 a.  Kisah panjang, contoh: Kisah Nabi Yusuf
 b. Kisah yang lebih pendek dari bagian yang pertama, contoh: Kisah Maryam.
 c. Kisah pendek yaitu kisah yang jumlahnya kurang dari sepuluh ayat, contoh: kisah Nabi Hud, dan Nabi Luth.
3. Dilihat dari segi jenisnya.
a. Kisah sejarah (al-Qishah aćТarikhiyyah) yakni kisah yang berkisar tentang tokoh-tokoh sejarah.
b. Kisah sejarah (al-Qishah at-Tamtsiyah) yaitu kisah yang menyebutkan suatu peristiwa untuk menerangkan dan memperjelas suatu pengertian.
c. Kisah asatir yaitu kisah yang didasarkan atas asir, yang mewujudkan tujuan
tujuan ilmiah atau Mufasirin.

C. Hikmah Pengulangan Qishah Balam Alqur'an. 
 Manna Al-Qatan menjelaskan hikmah pengulangan kisah-kisah Alquran sebagai berikut:
1. Menjelaskan ketinggian kualitas Alqur’an, keistimewaan balagoh adalah mengungkapkan sebuah makna dalam berbagai macam bentuk yang berbeda.
2. Memberikan perhatian yang besar terhadap kisah untuk menguatkan kesan dalam jiwa, sesungguhnya pengulangan ini merupakan salah satu cara menggolongkan dan menunjukkan perhatian yang besar
3. Menunjukkan kehebatan mukjizat Alqur'an yaitu menyebutkan suatu makna dalam berbagai bentuk susunan. Ini membuktikan bahwa Alqur'an datang dari Allah dan juga memperlihatkan suatu tantangan.
4. Memperlihatkan adanya perbedaan tujuan diungkapkan kisah tersebut. Meskipun kisah-kisah Alqur'an mengalami banyak pengulangan penyebutan kisah-kisah tersebut pada setiap tempat berbeda, tetapi makna-makna umumnya dikemukakan ditempat lain, sesuai dengan tuntutan keadaan.
D. Pengaruh Qishah Alqur’an balam Pemantapan Pesan Dakwah.
Adapun pengaruh pesan dalam Alquran yaitu sebagaimana firman Allah dalam suroh Yusufayat 111 :
       Tidak diragukan lagi bahwa kisah yang baik dan cermat akan digemari dan menembus jiwa manusia dengan mudah. Segenap perasaan mengikuti alur kisah tersebut tanpa merasa jemu serta unsur-unsurnya dapat dijelajahi akal.
       Pelajaran yang disampaikan dengan metode ceramah akan menimbulkan kebosanan, bahkan tidak dapat di ikuti sepenuhnya oleh generasi muda kecuali dengan mudah sulit dan berat serta memerlukan waktu yang cukup lama pula. Oleh karena itu, maka kisah dalam Al-Quran sangat bermanfaat dan mengandung banyak faedah.
       Pada umumnya, anak-anak suka mendengarkan cerita-cerita, memperhatikan riwayat kisah, dan ingatnya segera menampung apa yang diriwayatkan kepadanya kemudian ia menirukan dan mengisahkannya. Fenomena fitrah kejiwaan ini sudah seharusnya dimanfaatkan oleh para pendidik dalam lapangan pendidikan, khususnya pendidikan agama yang memerlukan inti pengajaran dan guru pendidikan. Dalam kisah-kisah Qur’ani terdapat sarana yang dapat membantu kesuksesan para pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan membekali mereka dengan bekal kependidikan berupa kehidupan para nabi, berita tentang umat terdahulu, samaulah dalam kehidupan masyarakat dan tentang bangsa-bangsa. Dan semua itu dikatakan dengan benar dan jujur. Para pendidik hendaknya mampu menyuguhkan kisah-kisah Qur'ani itu dengan aturan bahasa yang sesuai dengan nalar pelajar dalam segala tingkatan.

E. Penutup
       Dari uraian tentang kisah-kisah di atas, maka dapatlah penulis menarik beberapa kesimpulan tentang makalah ini. Dan adapun kesimpulan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

 l. Qashashah Alqur’an adalah pemberitaan Qur'an tentang hal ihwal umat yang / telah lalu, nubuwat (kenabian) yang terdahulu dan peristiwa-peristiwa yang, telah terjadi

2. Kisah dalam Alqur'an ada 3 macam, yaitu
    a. Kisah Nabi-Nabi (Qashashah Anbiyá)
   b. Kisah yang berpi dengan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan orang-orang yang tidak dapat      dipastikan kenabiannya.
    c. Kisah yang berpaut dengan yang terjadi masa Rasul Saw.

3. Dalam suatu kisah terdapat pengajaran dan pesan-pesan moril yang dapat dijadikan pedoman serta cerminan bagi orang-orang yang benar-benar memahami maksud dari kisah-kisah tersebut (bisa dijadikan sebagai pedoman). 

4. Kisah (Qashash) dalam Al-Quran dapat digunakan sebagai sarana dakwah, hiburan, motivasi. dan lain-lain. Selain itu Qashash biasanya menceritakan semua keadaan dengan cara yang menarik dan mempesonal Dan bahkan tulisan di dalam Al-Qur'an dapat mengalahkan syair-syair yang terkenal di Arab.

                                                              DAFTAR KEPUSTAKAAN


Al-Qattan, Manna. Studi Ilmu-Ilmu Aiguran Jakarta:Litera AntarNusa 1994.
As Sayyid, Kamal. Kisah-kisah Terbaik al-Qur'an, Jakarta: Pustaka Zahra 2004,
Ash-Shiddiqiey, Muhammad Hasbi. Ilmu-Ilmu Alqur'an, Semarang: Pustaka Setia, 2002.
Kamal & Ahmad Adil. Ulumul Qur'an, Al-Mukhtar Al-Islam, Bandung: Pustaka Setia, 1997.
Shihab. M. Quraish. Mukjiza Al-Qur'an, Bandung:Mizan 2000.
Syadali Ahmad dan Ahmad Rofi'i. Ulumul Qur'an II, Bandung Pustaka Setia, 1997 Cet. Ke-1.

Post a Comment