KISAH INSPIRATIF : HALAL BUAT SAYA HARAM BUAT ANDA

Wednesday, March 15, 2017 Diposkan oleh Kamil Tanjung
Cerita Dari : Ulama Abu Abdurrahman Abdullah Bin Al-Mubarak Al Hanzhali Al Marwai
(Ulama Terkenal Di Mekkah)


Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual Haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi  melihat  dua malaikat yang turun dari langit ia mendengar percakapan mereka :
"Berapa banyak yang datang tahun ini?" tanya malaikat kepada malaikat lainnya. 
"Tujuh Ratus Ribu, " jawab malaikat lainnya.
"Berapa banyak mereka yang ibadahnya diterima? 
"Tidak Satupun"
Percakapan ini membuat abdullah gemetar. 
"Apa...?"
Ia menangis dalam mimpinya. 
"Semua orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?
Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu. "Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah."
"Kok bisa''
"Itu kehendak Allah"
"Siapa orang tersebut?''
"Sa'id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damasyid Damaskus''
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, ia tidak langsung pulang ke rumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Said bin Muhafah.
"Ada, di tepi kota'
Jawab salah seorang tukang sol sepatu, sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sol sepatu berpakaian lusuh, 
"Benarkah anda bernama Said bin Muhafah? "
"Betul siapa tuan?'
"Aku Abdullah bin Mubarak"
Said pun terharu, "Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?'
Sejenak ulama itu kebingunan, dari mana ia mulai pertanyaannya, akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya. 
"Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?"
"Wah saya tidak tahu!"
"Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini. Maka Sa'id bin Muhafah bercerita. "Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar : 
Labbaika Allahuma Labbaika,
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni'mata laka wal mulka.
Laa syarika laka.

Ya Allah, aku datang karena panggilanMu,
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni'mat dan puji adalah kepunyaanmu dan kekuasaanMu
Tiada sekutu bagiMu.

Setiap kali aku mendengarkan itu, aku selalu menangis,
Ya alllah aku rindu Mekkah.
Ya Allah aku rindu melihat ka'bah.
Ijinkan aku datang ...
Ijinkan aku datang ya Allah ..

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang selalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berangkat haji'
'Tapi anda batal berangkat haji'
"Benar"
"apa yang terjadi"
"istri saya hamil, dan sering ngidam, Waku saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat"
"Suami ku" engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
"ya sayang"

"Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmad begini. Mintalah sedikit untukku"
"Ustadz, saya pun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubuk yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.

Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.
Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan :
"tidak boleh tuan"
"Dijual berapa pun saya beli"
"Makanan itu tidak dijual, tuan" katanya sambil berlinang air mata.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan :
"tidak boleh tuan"
"Dijual berapapun akan saya beli"
"Makanan ini tidak dijual, tuan"
katanya sambil berlinang air mata.
Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis janda itu berkata " Daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan" katanya.

Dalam hati saya :
Bagaimana ada makanan yang halal untuk anda, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?
karena itu saya mendesaknya lagi, "knapa?"
"Sudah bebepa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.

"Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan, Namun bagi tuan, daging ini haram."
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.

Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah rumah janda itu.

Uang diperuntukkan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
"Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi"
Ya Allah ................Disinilah Hajiku
Ya Allah ................Disiniah Mekkahku.

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.
Kisah ini memberi hikmah, bahwa membantu orang disekitar kita bisa jadi sama nilainya dengan pergi Haji di mata Allah.

Post a Comment