CARA MEMASUKKAN VIDEO SENDIRI KE YOUTUBE

Sunday, December 13, 2015 Diposkan oleh Ridwan Tanjung 0 komentar


         Youtube adalah salah satu saluran video yang paling sering dikunjungi…dan di youtube banyak sekali macam ragam tontonan yang menarik…..dari hal yang penting sampai… yang gk penting…mungkin agan-agan juga suka kan nonton video di youtube? …jika agan-agan sering menonton video di youtube …apakah sekarang agan-agan ingin memiliki video sendiri di youtube? …. Sebenarnya mudah sekali gan untuk memasukkan video sendiri di youtube!…nah jika agan-agan ingin memasukkan video sendiri sendiri di youtube agan-agan bisa mengikuti cara-cara yang admin posting dibawah ini…

  Yang Pertama: Agan harus punya yang namanya akun Gmail ..Jika akan belum punya atau belum
Pernah mendaftar akun gmail bisa mengikuti cara mendaftar akun gmail klik   disini
Yang Kedua  : Jika agan sudah punya akun Gmail agan bisa masuk ke akun Gmail agan…Disini
Yang Ketiga  : Nah sesudah masuk ke akun gmail agan  coba buka Youtube agan ..nanti di pojok kanan tampilan pertama youtube akan ada tulisan UPLOAD agan bisa klik UPLOAD ..
                          Nanti akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini..

 

Yang Keempat : Agan tinggal klik di bagian tengah tampilan youtube dan cari video agan yang mana akan agan akan masukkan ke youtube...
Yang Kelima    :  Jika agan sudah selesai memilih vidio yang akan dimasukkan ke youtube agan tinggal      tunggu sampai 100% biasanya lama loadingnya tergantung dari panjang durasi Vidio agan….
                    Jika sudah selesai...memberi Judul Vidio agan di bagian kolom bawah …Saran admin sebaiknya agan kasih judul yang unik dan menarik agar muncul dihalaman pertama youtube…trus klo agan mau buat diskripsi boleh saja …jika sudah selesai dan sudah yakin agan tinggal klik Publish
Yang Keenam  : Selesai dha….agan sekarang sudah punya saluran sendiri di youtube.. kalo agan mau lihat hasil vidio agan ..agan bisa cari pencarian youtube Judul yang agan buat tadi …
Nah demikian dulu yang admin bisa posting kali ini…mudah-mudahan yang admin posting bermanfaat bagi agan…..Jika agan mau bertanya dan ingin memberi saran untuk membangun blog ini agan bisa komen atau hubungi kontak saya ….Terimakasih sudah berkunjng diblog ini ..mudah-mudahan kita bisa berjumpa kembali di postigan-postingan admin selanjutnya…
Label:

CARA MEMBUAT BLOG GARTIS DI BLOGSPOT

Thursday, December 10, 2015 Diposkan oleh Ridwan Tanjung 0 komentar

           Untuk membuat blog di blogspot sebenarnya tidaklah sulit dan tidak membutuhkan biaya sama sekali alias Free atau sama dengan Gratis ….kemaren saya baru saja memposting RAHASIA MAMFAAT DAN KEUNTUNGAN MEMBUAT BLOG jika agan belum tau apa saja kegunaan dan manfaat membuat blog agan bisa saja langsung mengunjunginya disini…

        Nah jika agan sudah membaca manfaat dan keuntungannya membuat blog, mungkin agan mulai bertanya gimana si caranya membuat blog? Nah itulah yang akan admin posting kali ini… jadi jika agan benar-benar ingin membuat blog agan bisa mengikuti langkah-langkah yang admin posting di bawah ini ……Jangan lupa gan menyiapkan artikel atau bahan apa yang akan agan posting… berikut dibawah ini caranya gan….

Yang pertama     :  Agan harus punya yang namanya akun Gmail..kalo agan belum tau atau belum punya akun gmail agan bisa baca disini….
Yang Kedua     :  Jika Agan sudah punya akun Gmail ..coba sekarang agan masuk ke akun Gmail  agan..biar lebih cepat klik disini …
Yang Ketiga      : Nah Setelah agan sudah masuk ke akun Gmail sekarang agan buka tap baru dan ketikkan di google pencarian kata “ Blogger ”  dan klik masuk ke blogger
Yang Keempat  : Nanti agan agan di bawah kebawak ke dasbor blogger  
Yang Kelima    : Untuk pertama kali masuk ke Dasbor Blogger agan akan di minta membuat   blog baru di situ agan bisa klik Buat Blog nanti akan muncul tampilan seperti ini ..
              
 
Yang Keenam   :  Untuk Kolom Pertama agan bisa isikan yang akan agan jadikan  nama judul  blog agan  nanti ….
                             Contoh : Blog Mawar,   Makalah ku   dll                              

Yang Ketujuh    :  Untuk kolom yang kedua agan isikan alamat URL yang cocok untuk blog agan  ..
                           Catatan untuk membuat alamat blog disini harus diakhiri dengan Blogspot.com
                           Contoh : Blogmawar.blogspot.com ( Jangan ada spasi)
                                         Makalahku.blogspot.com  (Jangan ada spasi) 
Yang Kedelapan : Nah setelah selesai agan bisa milih templet mana yang akan gunakan untuk blog agan itu sudah disediakan.
Yang Kesembilan : Agan tinggal klik Buat Blog….
Nah sampai di situ sebenarnya blog agan sudah jadi…jika agan ingin melihat blog agan, agan tinggal ketikkan saja alamat URL yang agan buat tadi ...tapi blog agan akan tampil kosong yang ada Cuma templet dan  nama Blog Agan saja …Untuk mengisi tulisan di blog agan…agan bisa masuk ke Dasbor  Blogger agan yang tadi,…. Nanti akan muncul ada tulisan mulai ngepos ..nah agan Klik mulai ngepos nanti akan muncul halaman postingan agan tampilan seperti dibawah ini….




 Nah dikotak paling atas ada tempat untuk judul postingan agan sedangkan yang dibawah untuk isi postingan agan …agan bisa atur tulisan agan dari menu yang tersedia di halaman postingan agan….kalo sudah selesai agan bisa klik Publikasikan Tapi saran admin sebelum agan klik Publikasikan sebaiknya gan klik Pertinjau dulu untuk melihat hasil blog agan jika agan sudah yakin baru agan Publikasikan ..
Giman Gan mudahkan membuat blog …Cukup sekian dulu gan yang bisa admin posting kali ini…mudah-mudahan postingan admin ini bermanfaat buat agan-agan sekalian jika ada yang mau di tanya atau ingin memberi saran untuk membangun blog ini silahkan gan, agan boleh komen tapi yang sopan ya gan.,…atau lewat kontak saya ..mudah-mudah admin akan balas…Ok Gan… Terimakasih sudah berkunjung….
Label:

MAKALAH TENTANG : HAKEKAT BAHASA

Wednesday, December 09, 2015 Diposkan oleh Ridwan Tanjung 0 komentar
KATA PENGANTAR

    Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat karunianya-Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang mengulas tentang bahasa dimana ini adalah mata kuliah “Sosiolinguistik” yang baerjudul “Hakikat Bahasa”. Adapun makalah saya ini yaitu yang jauh dari kata sempurna baik dari segi teknik penyajian maupun dari segi penyusunan.
         Oleh karena itu demi penyempurnaan makalah ini, maka penyusun siap menerima kritik dan saran dari pembaca yang dapat menunjang perbaikan makalah ini lebih baik kedepannya. Terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini sehingga kami dapat lebih mengerti dengan hakikat bahasa yang di ulas dalam mata kuliah Sosiolinguistik, dan tidak lupa terima kasih saya bagi teman-teman kampus dan keluarga  yang memberikan masukan saran terbaik bagi saya, sehingga makalah bahasa ini dapat terselesaikan dengan baik walau jauh dari kata sempurna.
  
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................          i
DAFTAR ISI...............................................................................         ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………...            1
A.    Latar Belakang...........................................................................................           1
B.     Batasan Masalah .......................................................................................            2
C.     Rumusan Masalah......................................................................................            2
D.    Tujuan Penulisan.......................................................................         2

BAB II PEMBAHASAN………………………………………..         3
A.       Hakikat Bahasa....................................................................................... ..           3
B.       Hakikat Bahasa oleh Para Ahli....................................................................           4

BAB III PENUTUP………………………………………………………….          7
A.    Kesimpulan.................................................................................................          7
B.     Saran..........................................................................................................          7

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………      8

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Sejak zaman dahulu, bahkan mungkin sejak zaman manusia diciptakan, bahasa merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh kehidupan umat manusia. Oleh karena itulah, bahasa sampai saat ini merupakan sebuah persoalan yang sering dimunculkan dan dicari jawabannya. Mulai dari “apa itu bahasa” sampai dengan “dari mana asal bahasa itu?” (A.A Hidayat 2009 : 21) Banyak jawaban dan teori yang telah disodorkan. Akan tetapi, semuanya belum memuaskan. Mengapa demikian? Karena bahasa senantiasa hadir dan dihadirkan. Ia berada dalam kehidupan dan diri manusia, dalam alam, dalam sejarah, dalam wahyu Tuhan. Ia hadir karena karunia Tuhan Sang Penguasa Alam Raya. Karena bahasa merupakan karunia Tuhan maka upaya mengetahuinya merupakan suatu kewajiban dan sekaligus merupakan amal saleh. Jika seorang mampu mengetahui berbagai bahasa, maka ia sudah pasti termasuk orang yang banyak pengetahuannya. Dengan demikian, mempelajari bahasa adalah salah satu bentuk ibadah yang harus kita lakukan.
Sebelum bahasa dipahami lebih jauh, alangkah baiknya kalau kita menjawab pertanyaan, apakah bahasa itu? Secara umum, pertanyaan itu akan dijawab dengan jawaban ini  “bahasa adalah “alat komunikasi” yang digunakan manusia untuk...” Jawaban atas pertanyaan itu tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar(I Wayan simpen 2008 : 1). Mengapa hal itu dianggap tidak sepenuhnya benar? Itu dikarenakan pertanyaan diatas tidak menanyakan fungsi bahasa, tetapi wujud bahasa.  Dengan demikian artinya pertanyaan yang sesungguhnya belum terjawab.Didalam kehidupan manusia, bahasa hanya dipandang sebagai alat komunikasi belaka. Memang dalam bahasa fungsi ini yang paling menonjol dalam bahasa, oleh karena itu manusia lebih mengenal fungsi bahasa itu dari pada wujudnya ataupun sosok bahasa itu sendiri.
Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang didalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan (Masnur Muslich 2010: 3). Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota keluarga, Ras, suku maupun anggota bangsa.
B.Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam makalah ini yang tak lain terdiri dari :
    1. Apakah yang dimaksud denganHakikat Bahasa?
    2. Apakah Bahasa menurut para Ahli?
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini  yang tak lain terdiri dari :
1.    Untuk mengetahui apa yang dimaksud dari Hakikat Bahasa
2.    Untuk mengetahui apa definisi Bahasa menurut para ahli
D. Tujuan Penyusunan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini tak lain adalah untuk mengulas lebih dalam tentang Bahasa yang dapat menunjang pengetahuan tentang Sosiolinguistik khususnya Hakikat Bahasa serta memenuhi tugas akhir semester yang telah diberikan dosen pembimbing yang akan dikumpulkan tepat pada waktu yang telah disetujui.


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Hakikat Bahasa
Para pakar linguistik deskriptif biasanya mendefinisikan bahasa sebagai “suatu sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer” yang kemudian lazim ditambah dengan “lazimnya digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasikan diri (Abdul Chaer 2009 : 30). Bagian utama dari definisi di atas menyatakan hakikat bahasa itu, dan bagian tambahan apa fungsi bahasa itu.
Hakikat bahasa adalah yang membahas dan mengulas bahasa secara mendetail baik menurut pakar-pakar bahasa maupun menurut masyarakat bahasa(Abdul Chaer 2007 : 33). Dalam hakikat bahasa ini sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar, jika dibutiri akan ditemukan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa.
B.  Hakikat Bahasa Oleh Para Ahli
Bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Abdul chaer 2006 : 1). Sebagai sebuah sistem, maka bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah atau pola-pola tertentu, baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. Bila aturan, kaidah, atau pola ini dilanggar, maka komunikasi dapat terganggu. Lambang yang digunakan dalam sistem bahasa adalah berupa bunyi, yaitu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Karena lambang yang digunakan berupa bunyi, maka yang dianggap primer di dalam bahasa adalah bahasa yang diucapkan, atau yang sering disebut bahasa lisan. Karena itu pula, bahasa tulisan, yang walaupun dalam dunia modern sangat penting, hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sesungguhnya tidak lain adalah rekaman visual, dalam bentuk huruf-huruf dan tanda-tanda baca dari bahasa lain.
Bahasa adalah fenomena yang menghubungkan dunia makna dengan dunia bunyi (Abdul Chaer 2009 : 1). Dunia makna artinya adalah dimana setiap bahasa yang kita gunakan, akan menghasilkan sebuah pengertian baik dari pengertian pendengar maupun pembaca dan diri sendiri, jika dunia makna dihubungkan dengan dunia bunyi akan lebih menghasilkan pengertian yang khas
Bahasa adalah satu sistem, sama dengan sistem-sistem lain, yang sekaligus bersifat sistematis dan bersifat sistemis (Abdul Chaer 2009 : 30). Bahasa itu bukan merupakan satu sistem tunggal melainkan dibangun oleh sejumlah subsistem (subsistem fonologi, Sintaksis, dan leksikon). Sistem bahasa ini merupakan sistem lambang, sama dengan sistem lambang lalu lintas, atau sistem lambang lainnya. Hanya, sistem lambang bahasaini berupa bunyi, bukan gambar atau tanda lain, dan bunyi itu adalah bunyi bahasa yang dilahirkan alat ucap manusia.
Bahasa adalah alat kamunikasi yang digunakan sesama manusia dalam berinteraksi melalui pertukaran simbol-simbol linguistik baik verbal maupun nonverbal (Y. Khairul Amri 2015 : 2). Bahasa sebagai media komunikasi agar lebih mudah dipahami oleh pihak lain karena dapat mentransmisikan informasi dengan menggunakan simbol-simbol bahasa.
Sosok bahasa sering disebut sebagai penanda (Prevoir), bahasa juga sering disebut sebagai cermin masyarakat. Jadi selain prevoir atau penanda keberadaan bagi budaya, bahasa juga merupakan cermin bagi keberadaan masyarakatnya atau bahasa hampir pasti menunjukkan bangsanya. Pada umumnya, bahasa dalam masyarakat sering banyak dipahami sebagai sistem lambang atau simbol yang memiliki makna atau arti. Bahasa juga memiliki ciri produktif (Kunjana Rahardi 2009 : 1-3). Mengapa di katakan seperti itu karena, dari bentuk kebahasaan tertentu yang sudah ada pada bahasa itu hampir selalu dapat dilahirkan bentuk-bentuk kebahasaan lainnya.
 Ada beberapa unsur yang dapat dikaji lebih dalam berkaitan dengan sosok bahasa itu. Unsur-unsur itu adalah sebagai berikut :
1. Bahasa adalah sebuah sistem
Bahasa dianggap sebagai sistem karena didalam bahasaterdapat cara atau metode yang teratur untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa ada cara atau aturan untuk menulis kata, membuat kalimat, menyusun paragraf dan lain-lain.
2. Bahasa adalah lambang
            Bahas sebagai lambang sebenarnya berkaitan dengan lambang itu sendiri. Didalam bahasa yang mengikuti sistem itu adalah lambang. Semua huruf yang dipakai dalam setiap tulisan itu adalah lambang
3. Bahasa adalah bunyi
            Wujud bahasa yang sesungguhnya adalah bunyi. Dengan kata lain bahasa primer adalah bahasa tutur atau bahasa lisan. Bahasa tulis adalah wakil dari bahasa lisan. Maka pengenalan bunyi dalam proses pembelajaran sangatlah penting.
4. Bahasa bersifat arbitrer/Konvensi
            Mengapa orang inggris menyebut anjing tidak dengan sebutan anjing saja tetapi dog? Disini kita seharusnya dapat memahami dengan mudah bahwa bahasa itu adalah arbitrer.
5. Bahasa hanya di kenal didunia manusia
            Hanya manusialah yang berbahasa karena manusia dengan penuh kesadaran menggunakan sistem bahasa itu, mempelajari, memahami, menggunakan, melestarikan, dan mengembangkan bunyi yang bersistem itu untuk kehidupannya.
6. Fungsi utama bahasa adalah alat komunikasi/alat bekerja sama
            Pada awalnya manusia menggunakan bahasa semata-mata untuk berkomunikasi. Inilah fungsi bahasa yang paling menonjol karena tanpa bahasa manusia tidak mungkin dapat saling berinteraksi.
7. Bahasa berfungsi sebagai identitas suatu komunitas
            Disamping sebagai alat komunikas, bahasa juga berfungsi sebagai identitas komunitas (I Wayan Simpen 2008 : 2-7). Bahasa dianggap sebagai simbol kebudayaan karena bahasa merupakan sistem simbol manusia yang paling lengkap, sehingga tidak mengherankan kalau bahasa juga menjadi simbol etnokultur.

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Adapun kesimpulan daripada makalah ini adalah dimana dalam pembahasan ini banyak dinyatakan pengertian hakikat daripada bahasa itu sendiri tapi perlu kita ketahui bahwa setiap pengertian yang ada kini tidak akan menjadi tunggal tetapi akan ada lebih banyak tanggapan dan perkembangan pengertian bahasa yang akan dimuat dalam berbagai buku dan pembahasan yang dapat kita kutip satu persatu sebagai bahan suatu penelitian.
B.Saran
Adapun saran yang dapat penyusun sampaikan pada pembaca adalah harap untuk membaca dan mengulas lebih banyak tentang hakikat bahasa. Pahamilah baik-baik setiap unsur bahasa yang membentuk hakikat kebahasaan itu supaya pemahaman anda tentang hakikat bahasa semakin bertambah, lengkap, dan sempurna.

DAFTAR PUSTAKA
Amri, Yusni Khairul. 2005. Bahasa Indonesia : Pemahaman Dasar-Dasar Bahasa Indonesia. Yogyakarta : Atap Buku
Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Chaer, Abdul.2009. Sintaksis Bahasa Indonesia :Pendekatan Proses. Jakarta : Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik : Kajian Teoretik. Jakarta : Rineka Cipta
Hidayat, Asep Ahmad. 2009. Filsafat Bahasa : Mengungkap Hakikat Bahasa, Makna dan Tanda. Bandung : Remaja Rosdakarya
Muslich, Masnur. 2010. Bahasa Indonesia Pada Era Globalisasi :  Kedudukan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta : Bumi Aksara
Rahardi, Kunjana. 2009. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Erlangga
Simpen, I Wayan. 2008. Pelangi Bahasa Indonesia. Denpasar Bali : Pustaka Larasan

MAKALAH TENTANG: PERANAN PENDIDIKAN DAN PROSES ISLAMISASI

Diposkan oleh Ridwan Tanjung 0 komentar

DAFTAR ISI

Daftar Isi                                                                                                         Halaman
A.    Pendahuluan ……………………………………………………….......         1
B.     Pengertian Peranan Pendidikan Islam
Dalam Proses Islami ………………………………………………......          1
C.     Pembangunan Kualitas Manusia Indonesia ……………………….........          8
D.    Proses Penyebaran Agama Islam Indonesia ……………………….......           9
E.     Proses Islamisasi Di Indonesia …………………………………….......         10
F.      Era Globalisasi ……………………………………………………......         11
G.    Kesimpulan ……………………………………………………….......         11
Daftar Kepustakaan

PERANAN PENDIDIKAN ISLAM  DALAM PROSES ISLAMISASI
A.    Pendahuluan
Kandungan materi pelajaran dalam pendidikan Islam yang masih berkutat pada tujuan yang lebih bersifat ortodoksi diakibatkan adanya kesalahan dalam memahami konsep-konsep pendidikan yang masih bersifat dikotomis; Yakni pemilihan antara pendidikan agama dan pendidikan umum (sekular), bahkan mendudukkan keduanya secara diametral.
Kehadiran pendidikan Islam, baik ditinjau secara kelembagaan maupun nilai-nilai yang ingin dicapainya-masih sebatas memenuhi tuntutan bersifat formalitas dan bukan sebagai tuntutan yang yang bersifat substansial, yakni tuntutan untuk melahirkan manusia-manusia aktif penggerak sejarah.
Dalam perkembangan pendidikan Islam telah melahirkan dua pola pemikiran yang kontradiktif. Keduanya mengambil bentuk yang berbeda, baik pada aspek meteri, sistem pendekataan, atau dalam kelembagaan sekalipun,sebagai akumulasi dari respon sejarah pemikiran manusia dari masa ke masa terhadap adanya kebutuhan akan humanisasi.
B.     Pengertian Peranan Pendidikan Islam Dalam Proses Islamisasi   
Ada beberapa saluran proses saluran Islamisasi di Indonesia yaitu, pergadangan, perkawinan, kesenian, sufisme, dan pendidikan. Pembahasan ini akan lebih melihatnya dari peranan pendidikan dalam proses isalamisasi.
Sementara itu Fachry Ali dan Bakhtiar Effendy menguraian setidak-tidaknya terdapat tiga factor utama yang ikut mempercepat proses penyebaran Islam di Indonesia, yaitu:
1.      Karena ajaran Islam melaksanakan prinsif ketauhidan dalam sistem ketuhananya, suatu prinsip yang secara tegas menekankan ajaran Tuhan yang Maha Tunggal.
2.      Karena daya lentur (Fleksibel)  ajaran Islam dalam pengertian bahwa ia merupakan kodifikasi nilai-nilai yang universal.
3.      Pada gilirannya nanti, Islam oleh masyarakat Indonesia dianggap sebagai suatu institusi yang amat dominan untuk menghadapi dan melawan ekspentasi pengaruh Barat yang melalui kekuasaan-kekuasaan bangsa Portugis kemudian Belanda, mengobarkan penjajah dan menyebarkan agama Kristen.
Prof. Mahmud Yunus lebih memperinci tentang faktor-faktor mengapa agama Islam dapat tersebar dengan cepat diseluruh Indonesia pada masa permulaan, yaitu:
ü  Agama Islam tidak sempit dan Tidak berat melakukan aturan-aturannya, bahkan mudah dituruti oleh segala golongan umat manusia, bahkan untuk masuk Islam cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
ü     Sedikit tugas dan kewajiban islam
ü     Penyiaran Islam itu dilakukan dengan cara berangsur-angsur sedikit demi sedikit
ü    Penyiaran Islam itu dilakukan dengan cara kebijaksanaan dan cara sebaik-baiknya
ü  Penyiaran Islam itu dilakukan dengan dengan perkataan yang mudah dipahami umum, dapat dimengerti oleh golongan bawah sampai kegolongan atas, yang sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: Berbicaralah kamu dengan manusia menurut kadar akal mereka.
Itulah beberapa faktor yang menyebabkan mudahnya proses Islamisasi ke pulauan Nusantara,sehingga pada gilirannya nanti jadi agama utama dan mayoritas di negeri ini.
Tentang proses pembentukan dan pengembangan masyarakat Islam yang pertama melalui bermacam-macam kontak, misalnya kontak jual beli, kontak perkawinan dan kontak dakwah langsung, baik secara individual maupaun kolektif.
Dari situlah semacam proses pendidikan dan pengajaran Islam, meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Materi pelajarannya yang pertama sekali syahadat. Sebab barang siapa yang sudah bersahadat berarti seseorang sudah menjadi Islam.
Pengajar-pengajar Islamyang mula-mula mengembangkan agama Islam (Pendidikan Islam adalah dengan cara berangsur-angsur dan mudah, sedikit demi  sedikit, pendeknya bila seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat, mengakui rukun iman yang enam dan rukun Islam yang lima, telah dianggap sebagai seorang muslim.
Berbicara tentang pendidikan tentu sebaiknya dimulai dari membicarakan apa sebetulnya esensi pendidikan tersebut. Dipandang dari sudut defenisi pendidikan yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan, dari sekian banyak itu banyak diambil kesimpulan bahwa hakikat pendidikan itu adalah proses pembentukan manusia ke arah yang dicita-citakan. Dengan demikian, pendidikan Islam, Proses pembentukan manusia sesuai dengan tuntunan Islam.
Dalam teori pendidikan dikemukakan paling tidak ada tiga halt yangditransferkan dari si pendidik kepada terdidik, yaitu transfer ilmu, transfer nilai, dan transfer perbuatan (Tranfer of knowledge, transfer of skill) di dalam proses pentransferan inilah berlangsungnya pendidikan.
Disebabkan itulah proses pendidikan itu bisa berlangsung secara formal, nonformal dan informal. Bila pendidikan itu diatur, dilaksanakan dengan pengaturan yang ketat seperti lamanya belajar, materi pelajaran, waktu, tingkatan, umur, pendidik, sertifikat, dan lain sebagainya hal seperti ini dapat disebut sebagai pendidikan formal. Selain itu ada juga proses pendidikan itu yang tidak    diatur sedemikian rigitnya seperti yang disebut terdahulu, maka hal itu dapat disebut sebagai pendidikan nonformal. Disamping itu ada pula jenis pendidikan yang lebih memberikan kepada proses pergaulan yang mendalam yang bersifat mempribadi antara sipendidik dengan siterdidik, seperti hubungan orang tua, tanpa disengaja dan dirancang menumbuhkan nilai-nilai (Value) kepada anaknya, hal yang seperti ini digolongkan kepada pendidikan informal.
Berdasarkan ungkapan diatas, dapat dimaklumi betapa luasnya ruang lingkup pendidikan, sehingga setiap perbuatan yang pada intinya pentrasperan ilmu, nilai, aktivitas, dan keterampilan dapat disebut dengan pendidikan.
Jika demikian, pemahaman yang diberikan terhadap pendidikan, maka para pedagang atau mubaligh tersebut adalah pendidik sebab mereka melaksanakan tugas-tugas kependidikan. Dengan demikian, dapat pula dimaklumi bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam proses Islamisasi yang efektif di Indonesia.
Untuk mencari makna dan hakikat pendidikan, maka perlu dicari cirri-ciri esensial aktiviats pendidikan, sehingga dapat dipilih mana aktivitas pendidikan dan mana yang bukan, untuk perlu dicari unsur pemberi dan penerima. Unsur pemberi dan penerima. Unsur pemberi dan penerima baru bermakna pendidikan kalau dibarengi unsur kejuan yang baik tiga, yaitu adanya tujuan baik. Jika hanya hubungan pemberi dan penerima yang ada ini belum dapat dikatakan aktivitas pendidikan, tanpa dibarengi tujuan baik, sebab hubungan antara penjual dan pemberikan majikan dan buruh, juga adalah hubungan antara pemberi dan penerima dan hubungan seperti itu belum dikatakan aktivitas pendidikan.
Unsur berikutnya yakni unsur ke empat cara atau jalan yang baik. Hal ini terkait nilai. Selanjutnya unsur kelima adalah konteks yang positif. Upaya pendidik adalah menumbuhkan konteks positif dengan menjauhi konteks negatif.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dari unsur dasar tersebut, pendidikan dapat diteruskan sebagai aktivitas yang yang teraktif antara pendidik dan subjek didik untuk mencapai tujuan baik dengan cara baik dan konteks positif. Dengan demikian, pendidikan Islam di Indonesia ini telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia, dan dengan demikian pula pendidikan Islam telah memainkan peranannya dalam proses, Islamisasi di Indonesia.
Peranan kerajaan-kerajaan Islam dalam mendorong berkembangnya pemikiran Islam dapat diambil sampelnya kerajaan Islam di Sumatera, yaitu  Aceh dan kerajaan Islam di Jawa yaitu Mataram.
Peranan kerajaan Islam di Aceh dalam bidang pendidikan dapat dilihat dalam tulisan Hasjmy “kebudayaan Aceh Dalam Sejarah”. Beliau mengemukakan di antara lembaga-lembaga Negara yang tersebar dalam Qanun Meukuta Alam ada tiga lembaga yang bidang tugasnya meliputi masalah pendidikan dan ilmu pengetahaun, yaitu:
1.      Balai Setia Hukama
Balai ini dapat disamakan dengan lembaga ilmu pengetahuan tempat berkumpulnya para sarjana, hukum (ahli piker) untuk membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Yaitu:
1.      Balai Setia Hukama
Balai ini dapat disamakan dengan jawatan pendidikan yang membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2.      Balai Setia Ulama
Balai ini dapat disamakan dengan jawatan pendidikan yang membahas masalah pendidikan.
3.      Balai Jamaah Himpunan Ulama
Balai ini dapat disamakan studi klub tempat para ulama/sarjana untuk bertukar pikiran membahas masalah-masalah pendidikan dan Ilmu pengetahuan.

Dalam bidang pendidikan Islam, perhatian Sultan Agung cukup besar. Pada zaman itu telah dibagi tingkatan-tingkatan pesantren itu kepada beberapa tingkatan, yaitu:
Ø Tingkatan pengajian Alqur’an, tingkatan ini terdapat pada setiap desa, yang diajarkan meliputi hurup hijaiyah, membaca Al-quran berzanji, Rukun Islam dan Rukun Iman.
Ø Tingkatan pengajian Kitab. Para santri belajar pada tingkat ini ialah mereka yang telah khotam Alquran. Tempat belajar biasanya diserambi masjid dan mereka umumnya mondok. Guru yang mengajar disini diberi gelar Kiyai Anom.
Ø Tingkat pesantren besar. Tingkat ini didirikan didaerah kabupaten sebagai sebagai lanjutan Kitab-Kitab yang diajarkan disini adalah kitab-kitab besar dalam bahasa Arab, lalu diterjemahkan kedalam Bahasa Daerah. Cabang-cabang ilmu yang diajarkan adalah Fiqih,Tafsir, Hadist, Ilmu Kalam, Tasawuf dan sebagainya.
Ø Pondok Pesantren tingkat keahlian (Takhassus). Ilmu yang dipelajari pada tingkat ini adalah satu cabang ilmu dengan secara mendalam. Tingkat ini adalah tingkat spesialisis.
            Dan adapun peranan ilmu pendidikan menurut Ahmad dan Uhbiyati (1991:76-77). Mengemukakan pentingnya mempelajari ilmu pendidikan sebagai berikut:
1.   Untuk mengembangkan individu
      Seperti diketahui bahwa manusia sebagai mahluk berbudaya dapat mengembangkan dirinya sendiri sedemikian rupa sehingga mampu membentuk norma dan tatanan hidu yang didasari oleh nilai-nilai ilmu kesejahteraan hidup, perorangan maupun untuk kehidupan bersama.
2.   Bagi pendidik
Pengetahuan tentang pendidikan di dalam pendidikan tersebut menjadi pendoman, pengontrol atau pengawas bagi pendidik yang calon pendidik.
      Dengan memahami pendidikan, maka setiap pendidikan dapat:
a.       Memudahkan praktek pendidikan
b.      Menimbulkan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya.
c.       Dapat memahami banyak kesukaran dan kesalahan praktek pendidikan.
                            Selain itu, bila diperhatikan dalam praktek pendidikan maka ilmu pendidikan melaksanakan peranan sebagai berikut:
·         Peranan Spesialisasi
Peranan bermaksud bahwa ilmu pendidikan yang menyediakan materi bidang ilmu dan perangkat pengetahuan yang wajib dikuasai oleh calon guru sebagai tenaga kependidikan.
·         Peranan Profesional
Dalam hal ini ilmu pendidikan merupakan alat dalam kerangka sistem penyampaian yang perlu dikuasai oleh setiap calon pada umumnya.
·         Peranan Personalisasi
Peranan kaitan ini ilmu pendidikan akan membentuk kepribadian guru sebagai warga Negara yang baik dan sebagai anggota profesi yang baik. Peranan yang baik harus didasari oleh aspek normatif yang dimiliki oleh ilmu pendidikan atau sendiri.
·         Peranan Sosial
Ilmu pendidikan menyediakan kemungkinan bagi setiap guru memberikan pengabdiannya kepada masyarakat dalam bidang ilmu pendidikan. Dalam hal ini pengadilan dimaksudkan sebagai usaha memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat     ( Hamalik, 1989:5)
                Keempat peranan tersebut diatas pada hakikatnya berjalan sama-sama saling terkait satu sama lain, penguasaan spesialisasi ilmu pendidikan sekaligus memberikan petunjuk tentang kemampuan propesional yang menjadi syarat dalam membentuk calon guru maka  ilmu akan bermanfaat bagi proses pendidikan menjadikan calon guru fungsional dan efektif.
                Islamisasi dalam arti neo-modernis, bertolak dari landasan metodologis sebagai berikut : (1) Persolan-persoalan kontemporer umat Islam harus dicari penjelasannya dari tradisi, dari hasil ijtihat para ulama terdahulu hingga sunnah, yang merupakan hasil penafsiran terhadap al-qur’an; (2) Bila dalam tradisi tidak ditemukan jawabannya yang sesuai dengan tuntutan masyarakat kontemporer, maka selanjutnya menelaah konteks sosiohistoris dari ayat-ayat. Alquran yang dijadikan sasaran ijitihat ulama tersebut;(3) Melalui telaah historis akan terungkap pesan moral ALquran sebenarnya, yang merupakan etika  moral social Alquran;(4) Dari etika sosial Alquran itu kemudian diturunkan dalam konteks umat sekarang dengan bantuan hasil-hasil studi yang cermat dari ilmu pengetahuan atas persoalan yang dihadapi umat tersebut: (5) Fungsi Alquran disini bersifat evaluatif, legitimatif hingga member pendasaran dan arahan moral terhadap persoalan yang akan ditanggulangi (Muzani, Ed, 1993).
                Islamisasi pengetahuan, dengan demikian, mengandung makna mengakaji dari mengkritis ulang terhadap produk ijitihad dari para ulama dan juga produk-produk ilmuan no muslim terdahulu di bidang ilmu pengetahuan, dengan cara melakukan verifikasi atau falsifikasi agar ditemukan relavan atau tidaknya pandangan, konsep, teori-teori mereka dengan nilai-nilai universal Islam dalam konteks ruang dan zamannya. Jika relavan, perlu berusaha menggali dan mencari alternatif yang baru dan konteks ruang dan zamannya sesuai dengan pesan-pesan moral dan nilai-nilai universal islam.
                Islamisasi yang dimaksud upaya membangun kembali semangat umat Islam dalam berilmu pengetahuan, mengembangkannya melalui kebebasan penalaran intelekktual dan kajian nasional – emperik atau semangat pengembangan ilmiah (scientific inquri) dan filosofis, yang merupakan perwujudan dari sikap concern, loyal dan komitmen terhadap doktrin-doktrin dan nilai-nilai medasar yang terkadung dalam Al-quran dan Sunnah.
C.     Pembangunan Kualitas Manusia Indonesia
         Hakikat pembangunan sumber daya manusia adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia maka pencepatan pembangunan akan terwujud . Sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang memiliki keunggulan dalam pembangunan, walupun mereka memiliki keunggulan dalam pembangunan, walaupun mereka memiliki kekurangan dalam sumber daya alam.
                Sekarang kita bertanya tentang kualitas apa sajakah yang perlu dimiliki oleh manusia Indonesia? Untuk itu kita perlu merujuk kepada tujuan pendidikan yang terutang dalam undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. Di dalam Undang-undang tersebut dikemukakan beberapa kualitas yang di capai:
§  Manusia yang beriman dapat bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa
§  Berakhlak Mulia
§  Sehat, Berilmu, cakap, Kreatif
§  Menjadi warga Negara yang didemokrasikan.
            Untuk mencapai kualitas diatas perlu direncanakan lewat tiga jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal lewat pendidikan yang diandalkan masyarakat misalnya keterampilan dan lain-lain. Jalur pendidikan informal lewat pendidikan di rumah tangga.
Baik secara teologis maupun sosiologis, agama dapat dipandang sebagai instrument untuk memahami dunia. Dalam konteks itu, hamper tak ada kesulitan bagi agama apapun untuk menerima premis tersebut. Secara teologis, lebih-lebih Islam, hal itu dikarenakan oleh watak omnipresent agama. Yaitu, agama, baik melalui symbol-simbol atau nilai-nilai yang dikandungnya “hadir di mana-mana”. Ikut mempengaruhi, bahkan membentuk struktur sosial, budaya, ekonomi dan politik. Dengan ciri itu, dipahami bahwa dimanapun suatu berada, ia diharapkan dapat memberi penduan nilai bagi seluruh diskursus kegiatan manusia-baik yang bersifat sosial budaya , ekonomi, maupun politik. Sementara itu, secara sosiologis, tak jarang agama menjadi faktor penentu dalam prose transformasi dan modernisasi.
1.      Tercapainya tujuan hablum minallah    ( Hubungan dengan Allah)
2.      Tercapainya tujuan hablum Minnanas   ( Hubungan dengan Manusia)
3.      Tercapainya tujuan hablum minal’alam ( Hubungan dengan Alam)
D.    Proses penyebaran agama Islam di Indonesia
            Proses penyebaran agama yang dilakukan di Indonesia dengan cara, yaitu melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, tasawuf, yang kesemuanya mendukung meluasnya ajaran agama Islam.

1.      Perdagangan
      Pada abad ke-7 M, bangsa Indonesia kedatangan para Pedagang Islam dari Arab, Persia. Dan India. Mereka telah ambil dalam bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal ini konsekuensinya logisnya menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang Islam. Di samping berdagang, sebagai seorang muslim juga mempunyai kewajiban berdakwah maka para pedagang Islam juga menyampaikan dan mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada orang lain. Dengan cara tersebut, banyak pedagang Indonesia memeluk Islam dan mereka pun menyebarkan agama Islam dan budaya Islam yang baru dianutnya kepada orang lain. Dengan demikian, secara bertahap agama dan budaya Islam terbesar dari pedagang Arab, Persia, India kepada bangsa Indonesia. Proses peyebaran Islam melalui perdagangan sangat menguntungkan dan lebih efektif dibanding cara lainnya.

2.      Perkawinan
Kedudukan ekonomi dan sosial para pedagang yang sudah menetap makin membaik. Para pedagang itu menjadi kaya dan terhormat, tetapi keluarganya tidak dibawa serta. Para pedagang itu kemudian menikahi gadis-gadis setempat dengan syarat mereka harus masuk Islam. Cara itupun tidak mengalami kesulitan. Misalnya, perkawinan Raden Rahmat (Sunan Ampel) dengan Nyai Gede Manila, putri Tumenggung Wilatikta; Perkawinan antara Raja Brawi, jaya dengan putri Jeumpa yang beragama Islam kemudian berputra Raden Patah yang pada akhirnya menjadi Raja Demak.
3.      Politik
Seorang raja mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar dan memegang peranan penting dalam proses Islamisasi. Jika raja sebuah kerajaan memeluk agama Islam, otomatis rakyatnya akan berbondong memeluk agama Islam.
4.      Pendidikan
Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubalig yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren. Dan didalam pesantren itulah tempat pemuda pemudi menuntut ilmu yang berhubungan dengan agama Islam.
5.      Seni Budaya
Perkembangan Islam dapat  melalui seni budaya, seperti bangunan (masjid), seni pahat, seni tari, seni music dan seni sastra.
6.      Taswuf
Seorang Sufi Biasa dikenal dengan hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu menghayati kehidupan masyarakatnya yang hidup ditengah-tengah masyarakat. Para sufi biasanya memiliki keahlian yang membantu masyarakat dan menyebarkan agama Islam. Para Sufi masa itu diantaranya Hamzah Fansuri di Aceh dan Sunan Panggung Jawa.
      Dengan melalui saluran diatas, agama Islam dapat berkembang pesat dan diterima masyarakat dengan baik pada abad ke -13. Dan faktor-faktor yang menyebabkan Islam cepat berkembang di Indonesia antara lain :
  
·         Syarat masuk Islam hanya dilakukan dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat;
·         Tata cara beribadahnya Islam sangat sederhana;
·         Agama yang menyebar ke Indonesia disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia;
·         Penyebaran Islam dilakukan secara damai.
E.     Proses Islamisasi Di Indonesia
Proses persebaran Islam di Indonesia berlangsung lancar relati damai. Kelancaran ini dikarenakan syarat-syarat untuk memeluk Islam tidaklah sukar. Seseorang dianggap telah menjadi muslim bila ia mengucapkan dua kalimat syahdat, yaitu pengakuan bahwa “Tidka Ada Tuhan Selian Allah Dan Nabi Muhammad Utusan Allah” Upacara-upacara dalam Islam juga cenderung lebih sederhana dari pada upacara dalam agama Hindu dan Buddha.
F.      Era Globalisasi
Globalisasi adalah proses pertumbuhan Negara-negara maju, yaitu Amerika, Eropa dan Jepang melakukan ekspansi besar-besaran; kemudian berusaha mendominir dunia dengan kekuatan teknologi, ilmu pengetahuan, politik, budaya, militer dam ekonomi.
Pengaruh mereka di segala bidang terhadap Negara-negara baru berkembang untuk maju secara teknis, serta menjadi lebih sejahtera secara material. Sedangkan dampak negatifnya antara lain berupa: (1) munculnya teknokrasi dan tirani yang sangat berkuasa dan;(2) didukung oleh alat-alat modern dan persenjataan yang canggih.

Penutup
G.    Kesimpulan
Sementara itu, secara sosiologi, tak jarang agama menjadi faktor penentu dalam proses transformasi dan modrenisasi.
-          Tercapainya tujuan hablum minallah (hubungan dengan Allah)
-          Tercapainya tujuan hablum minannas (hubungan dengan manusia)
-          Tercapainya tujuan hablum minal,ala( hubungan dengan alam)
Proses penyebaran agama islam di Indonesia
Proses penyebaran agama yang dilakukan di Indonesia dengan cara, yaitu melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, kesenian, tasawuf, yang kesemuanya mendukung meluasnya ajaran agama Islam.

DAFTAR PUSTAKA
Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo
           Persada, 1995.
Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada:
            2006
Putra Haidar Daulay, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Jakarta: Putra Grafindo: 2007
Putra Haidar Daulay, Dinamika Pendidikan Islam, Bandung: Citapustaka Media,
            2004 ,
Syarifuddin, Ilmu Pendidikan, Bandung: Citapustaka  Media, 2005.
Umar Muhammad At-Toumy Asy-Syaibani,.  Falsafah atTarbiyah al-Islamiyyah. Trabulus: Asy-Syirkah al-Ammah. Bandung: 1975.